Assalamualaikum Wr.Wb
Tak Kenal, maka tak sayang, Perkenalkan
nama saya Okky Prasetiyo. Tempat kelahiran saya di Kota Semarang
Provinsi Jawa Tengah. Kegiatan sehari-hari saya sebagai guru dan juga
pengusaha. Saat ini saya aktif mengajar di salah satu SMK Negeri di Kota
Semarang. Bisnis yang saya jalankan dan kelola bernaung dibawah Sekaran
Group dengan badan usaha CV. Bidang bisnis yang saya jalankan meliputi
berbagai multi bisnis. di antaranya bidang teknologi, kuliner dan
properti. Saya juga aktif menjadi coaching untuk pemilik usaha UKM di
seluruh Indonesia, khususnya di kota kelahiran saya kota Semarang Jawa
Tengah. Untuk berkonsultasi atau hal yang lainnya bisa menghubungi saya
atau datang langsung ke kantor Sekaran Group.
Alamat rumah: Jl,Raya Sekaran rt.01/rw.02 GunungPati-Semarang
Alamat Kantor: Sekaran Group ( jl.raya pertigaan sekaran no.07 GunungPati-Semarang)
tlp. 024-8507937 / 085640049191 / 08994692045
Matur Suwun
Teacherpreneur adalah guru yang berbisnis. Bisnis adalah cara untuk pembelajaran agar seseorang mampu hidup mandiri dan meningkatkan personal development
Selasa, 12 Mei 2015
Okky Prasetiyo memiliki provesi sebagai teacherpreneur
Assalamualaikum Wr.Wb
Tak Kenal, maka tak sayang, Perkenalkan nama saya Okky Prasetiyo. Tempat kelahiran saya di Kota Semarang Provinsi Jawa Tengah. Kegiatan sehari-hari saya sebagai guru dan juga pengusaha. Saat ini saya aktif mengajar di salah satu SMK Negeri di Kota Semarang. Bisnis yang saya jalankan dan kelola bernaung dibawah Sekaran Group dengan badan usaha CV. Bidang bisnis yang saya jalankan meliputi berbagai multi bisnis. di antaranya bidang teknologi, kuliner dan properti. Saya juga aktif menjadi coaching untuk pemilik usaha UKM di seluruh Indonesia, khususnya di kota kelahiran saya kota Semarang Jawa Tengah. Untuk berkonsultasi atau hal yang lainnya bisa menghubungi saya atau datang langsung ke kantor Sekaran Group.
Alamat rumah: Jl,Raya Sekaran rt.01/rw.02 GunungPati-Semarang
Alamat Kantor: Sekaran Group ( jl.raya pertigaan sekaran no.07 GunungPati-Semarang)
tlp. 024-8507937 / 085640049191 / 08994692045
Matur Suwun
Tak Kenal, maka tak sayang, Perkenalkan nama saya Okky Prasetiyo. Tempat kelahiran saya di Kota Semarang Provinsi Jawa Tengah. Kegiatan sehari-hari saya sebagai guru dan juga pengusaha. Saat ini saya aktif mengajar di salah satu SMK Negeri di Kota Semarang. Bisnis yang saya jalankan dan kelola bernaung dibawah Sekaran Group dengan badan usaha CV. Bidang bisnis yang saya jalankan meliputi berbagai multi bisnis. di antaranya bidang teknologi, kuliner dan properti. Saya juga aktif menjadi coaching untuk pemilik usaha UKM di seluruh Indonesia, khususnya di kota kelahiran saya kota Semarang Jawa Tengah. Untuk berkonsultasi atau hal yang lainnya bisa menghubungi saya atau datang langsung ke kantor Sekaran Group.
Alamat rumah: Jl,Raya Sekaran rt.01/rw.02 GunungPati-Semarang
Alamat Kantor: Sekaran Group ( jl.raya pertigaan sekaran no.07 GunungPati-Semarang)
tlp. 024-8507937 / 085640049191 / 08994692045
Matur Suwun
Pilihan Menjadi Pengusaha
Apakah mudah menjadi pengusaha? Bagi saya, awal berbisnis adalah survival mode.
Betul-betul terpaksa karena terkena pemutusan hubungan kerja (PHK). Ada
krisis tahun 1998 yang menyebabkan saya kehilangan pekerjaan, sementara
saya harus bertahan dan menghidupi keluarga baru saya.
Waktu itu ada dua pilihan. Mencari pekerjaan baru atau berbisnis sendiri. Saya putuskan berbisnis sendiri.
Enam bulan pertama, boleh dibilang nyaris tanpa order. Klien nol. Hampir putus asa. Sampai terpikir, apakah benar pilihan saya menjadi pengusaha? Jangan-jangan memang mental saya lebih cocok menjadi karyawan.
Dalam situasi ini, orang tua menasihati saya agar berani dan pantang menyerah. Harus sabar dan tekun memang. Alhamdulillah, perlu empat tahun agar bisnis ini memasuki fase titik balik ke arah positif.
Sering saya ditanya, apa dan bagaimana memulai usaha? Kunci wirausaha adalah entrepreneurship. Ini berkaitan dengan sikap mental.
Pertama, umumnya orang enggan menjadi pengusaha karena takut bangkrut, takut tertipu dan lain-lain. Intinya takut akan risiko. Padahal risiko bukan barang asing bagi kita. Semua perbuatan mengandung risiko. Menyeberang jalan misalnya, berisiko tertabrak mobil.
Namun risiko bisa ditekan dengan manajemen yang baik. Jika kita tidak sanggup menanggung bisnis berisiko besar, pilih saja bisnis yang lebih kecil risikonya. Jadi, mulailah dari yang kecil.
Kedua, jangan takut kekurangan modal, selama Anda punya kreativitas. Modal memang penting tapi ini bukan segalanya. Lazim berlaku di kalangan pedagang, menjual cash tetapi membeli dari pemasok dengan bayar di belakang.
Jadi, tidak ada modal uang di sini.
Ide kreatif lebih berguna menjalankan bisnis. Uang berapa pun cepat atau lambat habis jika tidak memiliki ide. Sementara kekuatan ide bisnis akan mengundang uang dengan sendirinya.
Ketiga, berani memulai. Makin cepat akan makin baik. Ibarat sebuah antrean, yang lebih dulu akan mendapatkan kesempatan lebih dulu. Jika selalu ragu-ragu, kita tidak akan pernah memulai dan tidak tahu apakah akan berhasil atau gagal.
Kalaupun di tengah perjalanan ada kegagalan, itu hal wajar. Anggap saja hal itu ongkos belajar. Lebih baik kita gagal di awal daripada gagal di akhir.
Bahkan seringkali yang tadinya kita anggap sebagai kegagalan, ternyata menjadi keberuntungan kita di kemudian hari. Sebab, kegagalan di awal menghindarkan kita dari kerugian yang lebih besar di belakang hari.
Keempat, mengubah mindset atau pola pikir. Think like an entrepreneur. Seorang pengusaha melihat kendala dan krisis sebagai peluang. Jika mindset ini sudah terbangun, kita akan memiliki banyak akal, kreatif, inovatif, berpikir tidak linier, dan mudah mengambil keputusan.
Ketika orang-orang perkotaan memiliki waktu terbatas untuk mencuci, seorang pengusaha mendirikan usaha laundry.
Ada sebuah pameo, lebih baik menjadi kepala semut daripada ekor gajah. Dengan menjadi pengusaha, kita menjadi kepala, bukan sebatas ekor. Apakah kemudian badan kita besar atau kecil, tentu tergantung bagaimana kita mengelolanya.
#teacherpreneur
Waktu itu ada dua pilihan. Mencari pekerjaan baru atau berbisnis sendiri. Saya putuskan berbisnis sendiri.
Enam bulan pertama, boleh dibilang nyaris tanpa order. Klien nol. Hampir putus asa. Sampai terpikir, apakah benar pilihan saya menjadi pengusaha? Jangan-jangan memang mental saya lebih cocok menjadi karyawan.
Dalam situasi ini, orang tua menasihati saya agar berani dan pantang menyerah. Harus sabar dan tekun memang. Alhamdulillah, perlu empat tahun agar bisnis ini memasuki fase titik balik ke arah positif.
Sering saya ditanya, apa dan bagaimana memulai usaha? Kunci wirausaha adalah entrepreneurship. Ini berkaitan dengan sikap mental.
Pertama, umumnya orang enggan menjadi pengusaha karena takut bangkrut, takut tertipu dan lain-lain. Intinya takut akan risiko. Padahal risiko bukan barang asing bagi kita. Semua perbuatan mengandung risiko. Menyeberang jalan misalnya, berisiko tertabrak mobil.
Namun risiko bisa ditekan dengan manajemen yang baik. Jika kita tidak sanggup menanggung bisnis berisiko besar, pilih saja bisnis yang lebih kecil risikonya. Jadi, mulailah dari yang kecil.
Kedua, jangan takut kekurangan modal, selama Anda punya kreativitas. Modal memang penting tapi ini bukan segalanya. Lazim berlaku di kalangan pedagang, menjual cash tetapi membeli dari pemasok dengan bayar di belakang.
Jadi, tidak ada modal uang di sini.
Ide kreatif lebih berguna menjalankan bisnis. Uang berapa pun cepat atau lambat habis jika tidak memiliki ide. Sementara kekuatan ide bisnis akan mengundang uang dengan sendirinya.
Ketiga, berani memulai. Makin cepat akan makin baik. Ibarat sebuah antrean, yang lebih dulu akan mendapatkan kesempatan lebih dulu. Jika selalu ragu-ragu, kita tidak akan pernah memulai dan tidak tahu apakah akan berhasil atau gagal.
Kalaupun di tengah perjalanan ada kegagalan, itu hal wajar. Anggap saja hal itu ongkos belajar. Lebih baik kita gagal di awal daripada gagal di akhir.
Bahkan seringkali yang tadinya kita anggap sebagai kegagalan, ternyata menjadi keberuntungan kita di kemudian hari. Sebab, kegagalan di awal menghindarkan kita dari kerugian yang lebih besar di belakang hari.
Keempat, mengubah mindset atau pola pikir. Think like an entrepreneur. Seorang pengusaha melihat kendala dan krisis sebagai peluang. Jika mindset ini sudah terbangun, kita akan memiliki banyak akal, kreatif, inovatif, berpikir tidak linier, dan mudah mengambil keputusan.
Ketika orang-orang perkotaan memiliki waktu terbatas untuk mencuci, seorang pengusaha mendirikan usaha laundry.
Ada sebuah pameo, lebih baik menjadi kepala semut daripada ekor gajah. Dengan menjadi pengusaha, kita menjadi kepala, bukan sebatas ekor. Apakah kemudian badan kita besar atau kecil, tentu tergantung bagaimana kita mengelolanya.
#teacherpreneur
5 Peluang bisnis untuk guru TK,SD,SMP,SMK DAN LAIN-LAIN
Anda seorang guru? Bersyukurlah karena
menjadi seorang guru merupakan pekerjaan yang sangat mulia. Anda bisa
membagikan ilmu kepada murid-murid dengan cara mengajar, membimbing,
mengarahkan, melatih serta mendidik mereka. Sayangnya dengan lelahnya
kegiatan mengajar yang dilakukan sehari-hari terkadang tidak sebanding
dengan nilai gaji yang didapat seorang guru, terutama untuk golongan
guru honorer.
Ya, sering saya baca di media online dan
surat kabar bahwa gaji guru honorer di sekolah-sekolah negeri sangat
kecil, hanya berkisar Rp 300 ribu atau bahkan ada yang hanya mendapat Rp
100 ribu per bulan. Menyedihkan memang, tapi setidaknya para guru
tersebut masih tetap bisa bersyukur. Jadi, apakah seorang guru harus
tetap berkutat dengan gaji beberapa ratus ribu perbulan? Tentu tidak,
masih ada dan banyak peluang yang bisa didapat untuk menambah
penghasilan, yaitu dengan cara berbisnis.
Menjadi guru bukan merupakan penghalang untuk membangun sebuah usaha atau berbisnis.
Profesi guru biasanya punya lebih banyak waktu luang dibandingkan para
karyawan kantoran yang pada umumnya berangkat pagi hari dan pulang sore
hari, bahkan bisa sampai malam hari.
Seorang guru bisa memiliki waktu luang
setelah kegiatan belajar mengajar usai, umumnya berakhir pada pukul
13.00 atau paling lama 14.00. Bahkan pada hari jumat dan sabtu kegiatan
belajar mengajar bisa berakhir lebih awal. Nah, waktu luang tersebut
dapat dimanfaatkan para guru untuk melakukan aktivitas usaha sampingan
yang berpotensi menguntungkan tanpa harus mengganggu kegiatan mengajar
di sekolah.
Jika Anda bingung peluang usaha
sampingan apa yang cocok untuk Anda, berikut ini beberapa contoh usaha
sampingan atau bisnis yang layak dipertimbangkan oleh mereka yang
berprofesi sebagai guru:
1. Usaha Les atau Bimbingan Belajar
Seorang guru tentu saja sangat terbiasa
dengan kegiatan belajar mengajar. Untuk itulah seorang guru yang
berpendapatan kecil sangat cocok untuk memulai usaha sampingan les atau
bimbingan belajar. Beruntung jika Anda menguasai beberapa mata pelajaran
karena Anda bisa membuka usaha ini dengan klasifikasi lebih dari satu
pelajaran.
Usaha ini bisa dilakukan dirumah Anda
sendiri dengan memanfaatkan ruang tamu maupun halaman depan.
Syukur-syukur jika di dalam rumah Anda ada ruang kosong yang cukup luas
menampung beberapa anak untuk belajar. Jika Anda memiliki keterbatasan
dalam hal tempat, Anda bisa membuka usaha les privat ke rumah murid.
Usaha les privat tentunya lebih besar dalam hal salary. Pekerjaan ini
bisa dilakukan selama 1 sampai 2 jam, baik sore maupun malam.
2. Usaha Menjual Barang di Koperasi
Setiap sekolah pada umumnya memiliki
koperasi yang dikelola oleh pihak sekolah itu sendiri. Pastikan Anda
melihat koperasi sebagai peluang bisnis. Bukan membuka koperasi baru,
namun menjadi seorang penyetok barang kebutuhan siswa yang memang tidak
tersedia di koperasi sekolah.
Ya, jadi Anda hanya modal untuk menyetok
barang yang tidak ada di koperasi. Barang-barang tersebut bisa berupa
alat peraga, kain seragam, hardware dan aksesoris komputer, dan
lain-lain.
3. Usaha Kuliner
Jika Anda memang seorang guru yang
menyukai bidang kuliner, mengapa tidak menjadikannya sebagai usaha
sampingan? Anda bisa membuka #bisnis kuliner,
baik itu berupa usaha katering atau pembuat roti untuk pesanan. Usaha
ini bisa dilakukan dirumah dan dikerjakan setelah selesai kegiatan
belajar mengajar atau hari libur.
Anda juga bisa menawarkan jasa
menyediakan konsumsi untuk kegiatan pertemuan di sekolah tempat mengajar
maupun di sekolah lain karena seorang guru biasanya punya banyak relasi
dan kenal dekat dengan rekan-rekan guru lain. Alternatif lain Anda bisa
menjual kuliner di sekolah sendiri dengan sasaran konsumen adalah para
murid. Ya, Anda mempunyai waktu menjualnya ketka para siswa dan guru
memasuki jam istirahat.
4. Kerja atau Bisnis Online
Salah satu ide bisnis yang sangat
brilian untuk seorang guru adalah kerja maupun bisnis secara online.
Bagaimana tidak, kegiatan #bisnis online
bisa dikerjakan kapan saja dan di mana saja tanpa mengganggu kegiatan
belajar mengajar Anda di sekolah. Anda bisa berbisnis jual beli online,
sebagai pengelola website, menjadi penulis, dan berbagai bisnis online
lainnya.
Tentukan usaha online sesuai dengan apa
yang diminati agar Anda selalu termotivasi mengerjakannya dengan serius.
Sangat menguntungkan jika ternyata Anda juga mengerti ilmu-ilmu yang
berhubungan dengan internet marketing, seperti SEO, social media
marketing, pemasaran melalui iklan, pengembang website, dan lain-lain.
5. Berbisnis MLM Secara Online
Bisnis MLM online adalah salah satu
peluang usaha sampingan yang layak diperhitungkan oleh para guru.
Kenapa? Bisnis ini berbeda dengan bisnis MLM offline yang sangat menyita
waktu. Selain potensi penghasilannya sangat mengesankan, proses untuk
menjalankan bisnis MLM online cenderung lebih mudah karena bisa
dikerjakan pada waktu luang, tentunya kita harus punya perangkat
komputer dan koneksi internet.
Salah satu bisnis MLM yang saya rekomendasikan dan bisa dikerjakan secara online adalah bisnis MLM Oriflame.
Bisnis ini menjual produk perawatan diri untuk wanita dan pria. Selain
mendapatkan keuntungan dari penjualan langsung, pelaku bisnis MLM juga
mendapatkan keuntungan dari hasil penjualan jaringan mereka. Sejauh ini,
ada banyak sekali yang sukses di bisnis MLM Oriflame, bahkan banyak
yang punya penghasilan puluhan juta per bulan dari bisnis ini. .
Nah, di atas tadi adalah beberapa
peluang usaha sampingan yang bisa dikerjakan oleh guru. Semoga artikel
ini bisa memberikan inspirasi bagi para guru untuk mulai membangun
bisnis sendiri dan mendapatkan kehidupan yang lebih sejahtera. Selamat
mencoba :)
Apa Itu Teacher Preneur?
Teacher Preneur
Assalamualaikum. Warohmatullah Wabarokatuh
What is TeacherPreneur....??
sebelum saya menjelaskan apa itu teacherpreneur, saya akan bercerita tentang pengalaman inspiratif saya kemarin yang didapatkan dari seorang guru luar biasa ketika saya berkunjung ke sekolah yang di kelolanya.... kisah ini berawal, ketika seorang guru honorer akan memulai sebuah bisnis karena tekanan ekonomi yang harus dia penuhi, karena memang pada saat ini gaji/upah guru honorer di indonesia sangat kecil sekali, bahkan gaji guru sering telat dalam beberapa bulan, yang mebuat sebagian guru stress karena tidak digaji, sekalipun digaji oleh pemerintah, itu tidak akan menutupi segala kebutuhan keluarganya, apalagi jika guru tersebut dililit hutang, habislah sudah gaji nya yang sedikit, berbagai keluhan dari guru-guru indonesia sering saya dengar, pantas saja pendidikan di indonesia sangat rendah, karena pemerintah kurang menjamin kesejahteraan para guru. untuk itu para guru harus mencari jalan alternatif dan kreatif untuk bisa menjadi seorang guru yang sejahtera yang tidak menjadikan sekolah sebagai sumber penghasilannya, yaitu dengan menjadi seorang entrepreneur atau pengusaha, maka datanglah sebuah istilah yang disebut dengan TEACHERPRENEUR artinya seorang guru yang mempunyai jiwa entrepreneur yang siap mendidik siswanya juga siap mensejahterakan keluarganya.. dalam blog ini saya akan berbagi mengenai kisah para teacherpreneur dan bagaimana caranya menjadi seorang teacherpreneur.. tunggu di pos berikutnya.. terimakasih
What is TeacherPreneur....??
sebelum saya menjelaskan apa itu teacherpreneur, saya akan bercerita tentang pengalaman inspiratif saya kemarin yang didapatkan dari seorang guru luar biasa ketika saya berkunjung ke sekolah yang di kelolanya.... kisah ini berawal, ketika seorang guru honorer akan memulai sebuah bisnis karena tekanan ekonomi yang harus dia penuhi, karena memang pada saat ini gaji/upah guru honorer di indonesia sangat kecil sekali, bahkan gaji guru sering telat dalam beberapa bulan, yang mebuat sebagian guru stress karena tidak digaji, sekalipun digaji oleh pemerintah, itu tidak akan menutupi segala kebutuhan keluarganya, apalagi jika guru tersebut dililit hutang, habislah sudah gaji nya yang sedikit, berbagai keluhan dari guru-guru indonesia sering saya dengar, pantas saja pendidikan di indonesia sangat rendah, karena pemerintah kurang menjamin kesejahteraan para guru. untuk itu para guru harus mencari jalan alternatif dan kreatif untuk bisa menjadi seorang guru yang sejahtera yang tidak menjadikan sekolah sebagai sumber penghasilannya, yaitu dengan menjadi seorang entrepreneur atau pengusaha, maka datanglah sebuah istilah yang disebut dengan TEACHERPRENEUR artinya seorang guru yang mempunyai jiwa entrepreneur yang siap mendidik siswanya juga siap mensejahterakan keluarganya.. dalam blog ini saya akan berbagi mengenai kisah para teacherpreneur dan bagaimana caranya menjadi seorang teacherpreneur.. tunggu di pos berikutnya.. terimakasih
courtesy by http://myteacherpreneur.blogspot.com
Senin, 04 Mei 2015
TeacherPreneur Indonesia
jadilah seorang guru yang inovatif dan kreatif,,by TeacherPreneur Indonesia
Okky Prasetiyo
TeacherPreneur Indonesia
Jumat, 01 Mei 2015
sukses untuk kita semua
kesuksessan memang milik setiap orang, jadi raihlah cita-citamu setinggi langit,by teacherpreneur indonesia
Langganan:
Postingan (Atom)
