Haiii, para teacherpreneur dan bangsa Indonesia seluruhnya, terkadang kita dalam berbisnis selalu menunggu yang namanya momentum. Padahal momentum itu bisa kita ciptakan sendiri. Dimanakah kita bisa menciptakan momentum itu. Yupsss. ada di pikiran kita, Karena selalu saya katakan momentum yang tepat adalah Sekarang, Action lah, insyallah jalan akan di buka oleh Allah SWT
SALAM TEACHERPRENEUR Indonesia
Teacherpreneur adalah guru yang berbisnis. Bisnis adalah cara untuk pembelajaran agar seseorang mampu hidup mandiri dan meningkatkan personal development
Senin, 15 Juni 2015
Minggu, 14 Juni 2015
mengelola bisnis seperti mengelola sekolah
Sekarang banyak sekali pengusaha yang berlomba-lomba untuk menjual produknya ke konsumen umum. Banyak pengusaha yang bermimpi menjadi pengusaha sekaliber pendiri microsoft ataupun apple. Namun saya sendiri memiliki jalan yang berbeda namun memiliki tujuan yang sama, yaitu menjadi entrepreneur yang sukses. Sukses menurut ukuran saya adalah mampu mensinergikan usaha dengan ibadah dengan Allah Swt. Karena itulah saya memilih bisnis dengan sistem syariah , dimulai dengan sistem pinjaman uang ke bank syariah, pengelolaan bisnis sesuai syariah islam. Berbicara mengenai mengelola bisnis. Saya memiliki keyakinan dimana bisnis mampu di jalankan apabila tim/organisasi didalamnya solid dan dapat menjalankan tugasya dengan benar. Bisnis yang saya jalankan tidak ada bedanya dengan bisnis pada umumnya. Dimana didalamnya ada Direktur,Wakil Direktur, Manager, Staff dan lain-lain. Sedikit perbedaannya adalah bisnis yang kami jalankan memiliki konsep seperti mengelola sekolah. Saya sendiri aktif menjadi TEACHERPRENEUR. Bagi yang belum tahu apa itu TEACHERPRENEUR akan saya jelaskan secara ringkas, TEACHERPRENEUR adalah seorang guru, baik itu guru SD,SMP,SMA/SMK,Dosen,Trainer,Pelatih apapun tugasnya yang berorientasikan dalam dunia pendidikan yang memiliki passion atau hasrat dalam berbisnis. Dimana sosok guru itu mampu mengkombinasikan antara ilmu pendidikan dengan ilmu bisnis. Kembali kepada konsep yang saya jelaskan tadi. Jadi perkenalkan nama saya Okky Prasetiyo ( postingan ini saya tulis pada hari minggu, 14 Juni 2015 di teras rumah saya), saya adalah seorang guru SMK dan juga pendiri sekaligus CEO dari Holding Company Sekaran Group yang memiliki 7 Core Bisnis antara lain Food & Beverage, Properti, Technology Manufactures, Transportation, Ritel Store Electrical, Fashion Moeslem, dan Multi Bisnis. Sekaran Group juga memiliki yayasan OA FOUNDATION. Bagaimana saya bisa mengelola 7 Core Bisnis yang memiliki bidang bisnis hampir berbeda-beda tersebut? Jawabannya sangat singkat sekali karena saya memiliki mindset mengelola bisnis bagaikan saya mengelola SEKOLAH. Bisa saya filosofikan bahwa saya di Sekaran Group adalah Seorang Kepala Sekolah dan saya memiliki manager/Wali Kelas, dan memiliki staff/siswa. dan produknya/tugas siswa. Sangat sederhana sekali konsep saya dalam berbisnis namun membutuhkan semangat, kesabaran dan kerja keras dalam meraihnya. #TEACHERPRENEUR#TEACHERPRENEURINDONESIA
Selasa, 19 Mei 2015
Karya Tulis Ilmiah Tentang UKM menghadapi MEA masyarakat ekonomi asean
teacherpreneur Indonesia
KARYA TULIS ILMIAH
PELUANG
DAN TANTANGAN UKM DI INDONESIA DALAM MENYAMBUT MASYARAKAT EKONOMI ASEAN 2015
Disusun
Oleh:
Okky Prasetiyo
SMK
NEGERI JATENG
KOTA
SEMARANG
2015
Abstrak
Karya tulis ini ditulis agar kita
mengetahui pengertian dari masyarakat ekonomi asean secara luas dan formal.
Segala sesuatu di bentuk dan didirikan pasti memiliki suatu tujuan, maka dari
itu di karya tulis ini kita bisa mengetahui tentang maksud dan tujuan
diadakannya masyarakat ekonomi asean 2015, baik dilihat dari tantangan, peluang
dan efeknya bagi bangsa Indonesia. Diberlakukan MEA 2015 bertujuan untuk menciptakan ASEAN
sebagai sebuah pasar tunggal dan kesatuan basis produksi. Akan terjadi free
flow atas barang, jasa, faktor produksi, investasi dan modal, serta penghapusan
tarif bagi perdagangan antar negara ASEAN. Usaha Kecil Menengah (UKM) di
Indonesia memiliki pengaruh yang sangat besar dalam kemajuan perekonomian,
karena mampu menyerap tenaga kerja yang sangat banyak dan memproduksi produk
dan jasa sesuai dengan permintaan pasar. UKM di Indonesia juga harus melek akan
teknologi agar mampu bersaing dengan anggota MEA. Segala elemen di negara
Indonesia harus bersinergi dalam menyambut MEA 2015 salah satunya adalah dengan
menyiapkan UKM yang siap berkompetisi di dunia internasional.
Kata Kunci: UKM, MEA, Ekonomi, Indonesia, Teknologi
Bab 1
PENDAHULUAN
1.1.
Latar
Belakang
Keberhasilan Uni
Eropa menciptakan suatu kawasan tunggal yang saling terintegrasi telah
mengilhami negara-negara anggota ASEAN untuk melakukan hal yang sama agar mampu
bersaing dengan kawasan lainnya dalam menghadapi arus globalisasi dan
liberalisasi perdagangan dunia.
Belajar dari keberhasilan tersebut, ASEAN pun ingin mengikuti jejak
keberhasilan eropa dengan mewujudkan Asean Economic Community (AEC) pada tahun
2015. Negara-negara
anggota ASEAN (Perhimpunan Negara Asia Tenggara) cukup komit untuk
merealisasikan apa yang disebut Masyarakat Ekonomi ASEAN (AEC) per 2015 dengan
potensi masing-masing untuk tumbuh dan kesiapannya dalam menghadapi berbagai
tantangan yang melingkupi proses pembentukan AEC tersebut.
AEC mulai tercetus sejak tahun 1997 yang tercermin
dalam Visi ASEAN 2020 yaitu mewujudkan kawasan yang stabil, makmur dan berdaya
saing tinggi dengan pembangunan ekonomi yang merata yang ditandai dengan
penurunan tingkat kemiskinan dan perbedaan sosial ekonomi. MEA sendiri
terdiri dari negara-negara anggota asean, antara lain: Indonesia, Malaysia,
Thailand, Filipina, Singapura, Brunei Darussalam, Vietnam, Laos, Myanmar,
Kamboja. Indonesia merupakan salah satu negara
terbesar populasinya yang ada di kawasan ASEAN. Masyarakat Indonesia berbagai
jenis suku, bahasa dan adat istiadat yang terhampar dari Sabang sampai Merauke.
Indonesia mempunyai kekuatan ekonomi yang cukup bagus. Ini menjadi modal yang
penting untuk mempersiapkan masyarakat Indonesia menuju ASEAN Economic
Community (AEC ) tahun 2015.
1.2.Rumusan masalah
Berdasarkan
latar belakang tersebut, maka dapat ditarik suatu permasalahan dari penulisan
karya tulis ini, yaitu:
1.
Bagaimana
kesiapan
UKM (Usaha Kecil Menengah) di Indonesia
menuju terwujudnya ASEAN Economic Community 2015 (AEC) 2015 ?
1.3.Tujuan
Penulisan
Berdasarkan
permasalahan yang ada, maka karya tulis ini bertujuan untuk :
1.
Memaparkan hal-hal yang dilakukan UKM diIndonesia menuju terwujudnya AEC 2015.
Bab 2
PEMBAHASAN
Pada
era MEA 2015, maka keluar-masuknya tenaga kerja antar negara ASEAN tidak
terbendung lagi dan akan saling berkompetisi merebut lapangan kerja ditiap
negara. Integrasi ekonomi memiliki prinsip
dan mekanisme yang sama dengan perdagangan bebas. Secara teoritis, integrasi
ekonomi mengacu pada suatu kebijakan komersial atau kebijakan perdagangan yang
secara diskriminatif menurunkan atau menghapuskan hambatan-hambatan perdagangan
hanya diantara negara-negara anggota yang sepakat akan membentuk suatu
integrasi ekonomi. Bagi tenaga kerja dari negara anggota yang memiliki
kompetensi kerja yang lebih tinggi dari negara anggota lainnya tentunya akan
memiliki kesempatan lebih luas untuk mendapatkan keuntungan ekonomi di dalam
MEA. Hal inilah yang harus diwaspadai SDM Indonesia kedepan. Pemerintah harus
menyiapkan kebijakan peningkatan kualitas SDM agar mampu bersaing dengan negara
ASEAN lainnya. Indonesia dalam
menghadapi ASEAN Economic Community ini sebenarnya merupakan salah satu Negara
yang produktif. Jika dilihat dari faktor usia, sebagian besar penduduk
Indonesia atau sekitar 70% nya merupakan usia produktif. Jika kita lihat pada
sisi ketenaga kerjaan kita memiliki 110 juta tenaga kerja (data BPS, tahun 2007).
Perdagangan
bebas adalah suatu konsep ekonomi yang dapat dikatakan pertama kali dicetuskan
oleh Adam Smith, di mana transaksi perdagangan antarnegara dilakukan secara
bebas tanpa hambatan apapun juga. ASEAN Economic Community (AEC) adalah sebuah revolusi ekonomi ASEAN
dimana menjadikan sebuah wilayah regional yang tidak memiliki batas untuk
melakukan pergerakan barang dan jasa serta tenaga kerja yang didukung oleh
modal baik domestik maupun asing. ASEAN Economic Community adalah pilar
kedua dari ketiga pilar utama ASEAN. Pilar utama ASEAN tersebut adalah Komunitas Keamanan ASEAN (ASC), Komunitas Ekonomi ASEAN
(AEC) dan Komunitas Sosial-budaya ASEAN
(ASCC).
Dengan
adanya AEC, maka segala bentuk pajak dan tarif dihilangkan berdasarkan prioritas sektor yang disetujui,
sedangkan segala faktor produksi seperti tenaga
kerja dan modal diijinkan bergerak bebas melewati tapal batas negara anggota ASEAN.
Dalam menghadapi pembentukan MEA, salah satu
kerja sama yang dikembangkan ASEAN adalah pemberdayaan Usaha Kecil dan Menengah
(UKM). Salah satu dasar pertimbangannya adalah bahwa UKM mencakup sekitar 90%
dari keseluruhan perusahaan di ASEAN. ASEAN telah mengesahkan ASEAN Policy
Blueprint for SMEs Development 2004-2014, yang bertujuan untuk menjamin adanya
transformasi UKM ASEAN yang memiliki daya saing, dinamis, dan inovatif. Bagi
Indonesia, UKM memiliki peran dan kontribusi yang besar bagi perekonomian
nasional. Menurut data BPS, pada 2009 UKM menyumbang sekitar 53.3% dari total
Pendapatan Domestik Bruto (PDB). Kebanyakan UKM tersebut bergerak di sektor
pertanian, perdagangan, industri, dan keuangan. Keunggulan
UMKM dibandingkan usaha besar antara lain:
1)
Inovasi
teknologi mudah dilakukan dalam upaya pengembangan produk.
2)
Hubungan kemanusiaan yang akrab terjalin dalam usaha kecil
3)
Kemampuan
menciptakan kesempatan kerja cukup banyak atau penyerapan tenaga kerja cukup
tinggi.
4)
Memilik
fleksibilitas dan kemampuan menyesuaikan diri terhadap kondisi pasar yang
berubah dengan cepat.
5)
Terdapat
manajerial yang dinamis dan peran kewirausahaan.
Dari keunggulan-keunggulan tersebut, yang paling menonjol
adalah adanya kemampuan penyerapan tenaga kerja. UMKM lebih fleksibel daripada
USB (Unit Skala Besar). Hal ini
terjadi karena pengambilan keputusan dan inovasi pada USB sering terhambat oleh
birokrasi yang kaku. Peran Strategik UMKM memberikan kontribusi yang besar
terhadap perekonomian riil Indonesia. UMKM berperan dalam pertumbuhan ekonomi
Indonesia. Data dari BPS 2012 menunjukkan bahwa kontribusi UMKM terhadap PDB
Indonesia tahun 2011 sebesar 56,6% dan menyerap 97% dari tenaga kerja nasional.
UMKM juga berkontribusi dalam
penambahan devisa negara dalam bentuk penerimaan ekspor sebesar 27.700 milyar
dan menciptakan peranan 4,86% terhadap total ekspor pada tahun
2011. Kontribusi UMKM terhadap devisa negara tersebut jauh lebih kecil
daripada kontribusi usaha besar, sehingga UMKM lebih diberdayakan dan
ditingkatkan produktivitasnya. UMKM juga berperan dalam pembentukan investasi
nasional. Investasi UMKM mengalami peningkatan dari waktu ke waktu selama
periode 2000 – 2011. Berdasarkan laporan statistik usaha kecil menengah pada
berbagai edisi antara tahun 2000-2011, dapat diketahui bahwa tahun 2000
investasi UMKM sebesar Rp 133,08 triliun dan meningkat menjadi Rp 275,27
triliun pada tahun 2005. Selain itu UMKM juga berkontribusi dalam upaya
pemerataan pendapatan masyarakat Indonesia. Eksistensi UMKM dapat meningkatkan
kemampuan ekonomi masyarakat yang berkecimpung di sektor UMKM baik sebagai
pemilik usaha maupun sebagai karyawan.
Dengan
adanya AEC 2015 akan memicu tumbuhnya pengusaha-pengusaha yang bukan hanya
mampu bersaing di panggung nasional, tetapi juga mampu bersaing di tataran
global. Indonesia sangatlah punya potensi dan modal yang kuat dalam
mensukseskan ASEAN EconomicCommunity, karena dengan luasnya geografis negara
kita, juga ditunjang dengan sumber daya alam yang sangat banyak dan juga sumber
daya manusia yang mumpuni. Dukungan sumber daya diperlukan untuk mengelola
berbagai potensi yang saat ini dimiliki Indonesia sebagai persiapan memasuki
ASEAN Economic Community.Pemerintah
dapat menerapkan kearifan lokal yang sangat bervariasi dalam mengeksplore
sumber daya alam. Sementara itu Indonesia punya modal dasar atau modal dasar
penting, yaitu sumber daya manusia, sumber daya alam, pengalaman Indonesia
dalam mengatasi krisis, hubungan luar negeri yang terjalin baik, dan letak
strategis Indonesia sebagai modal melangkah memasuki ASEAN Economic Community.
Salah
satu kebijakan MEA 2015 adalah bentuk pasar tunggal dan basis pasar regional.
Hal ini tentu menjadi peluang dan tantangan UMKM di Indonesia. Cakupan wilayah
pemasaran memang sangat penting dan memang terbukti mempengaruhi laba suatu
perusahaan tidak terkecuali UMKM, akan tetapi jumlah UMKM yang mampu menembus
pasar internasional masih dalam kategori rendah. Sebagian besar UMKM hanya
memenuhi pasar lokal atau wilayah kabupaten dan regional. Berdasarkan
pengamatan dilapangan, selama ini kebanyakan UMKM terdapat kesalahan sistem
manajemen sebagai berikut:
1) Laporan
keuangan kurang sistematis, sehingga banyak UMKM yang tidak memiliki laporan
keuangan yang rapi dan baik. Padahal laporan keuangan yang rapi dan baik sangat
membantu untuk mengevaluasi kinerja dan dibutuhkan untuk syarat dalam
mengajukan pinjaman ke lembaga keuangan terkait.
2) Pemberdayaan
tenaga kerja UMKM yang kurang profesional, contohnya masih banyak pemilik usaha
kreatif tidak mau meluangkan waktunya untuk lebih memperhatikan serta melatih
skill karyawannya. Mereka hanya memperhatikan gaji pegawai tanpa ada
pengembangan skill karyawan.
3) Penggunaan
teknologi yang minim. Jika teknologi dikembangkan pada UMKM, tentu sangat
membantu dalam pengoperasian produksi secara efisien dan meminimalkan jumlah
gagal produksi dan human error. Selain itu pemasaran juga dapat dilakukan
melalui media internet.
4) Diversifikasi
usaha yang belum maksimal untuk mensubsidi usaha. Hal ini membuat UMKM kurang
bisa berkembang saat beberapa usahanya sedang kurang berkembang.
5) Tidak
berani improvisasi dalam marketing. Keberanian dalam improvisasi sangat dibutuhkan
agar usaha tidak dalam posisi stagnan. Kebanyakan pelaku UMKM cepat puas dengan
hasil yang dicapai, hal inilah yang bisa mematikan kreatifitas dan inovasi.
6) Kelemahan
pengetahuan dalam menciptakan merk. Merek merupakan hal yang sangat penting
untuk membuat persepsi yang baik terhadap produknya. Namun hal ini masih kurang
diperhatikan oleh pengusaha UMKM.
Oleh karena itu
strategi pengembangan UMKM menghadapi MEA 2015 harus mampu mengatasi
permasalahan-permasalahan tersebut. Selain itu di era globalisasi ini UMKM juga
harus mampu memanfaatkan kecanggihan teknologi, salah satunya yaitu
memanfaatkan internet. Internet akan memudahkan mereka melakukan promosi tanpa
batas ruang, area dan waktu. Dengan demikian UMKM dapat membuat website
mengenai produk yang mereka jual, agar memudahkan konsumen dalam mengenal
produknya. Dengan promosi lewat internet konsumen yang jauh pun bisa melihat
katalog produk dan jasa yang kita tawarkan.
Saat ini di
dunia maya sudah sangat banyak website gratis yang bisa kita gunakan untuk
mempromosikan produk dan jasa yang kita tawarkan. Saya ambil contoh ada iklan
baris online, seperti: olx.com, jualo.com. Ada juga market place atau dalam
bahasa indonesia tempat untuk memasarkan sesuatu. Karena dalam hal ini
pemasaran yang dilakukan secara online, maka saya ambilkan contoh, seperti:
tokopedia.com, bukalapak.com,kaskus.com dan masih banyak lagi. Bukan berarti
dengan adanya kemudahan pemasaran lewat internet sudah dipermudah kemudian para
pelaku UMKM bersantai-santai. Tetap pelaku UMKM harus lebih kreatif dalam
pemasaran secara online. Karena kita harus selalu mengupdate katalog yang kita
iklan kan secara online agar produk dan jasa sesuai dengan kebutuhan konsumen.
Denga kemudahan-kemudahan yang ini diharapkan UMKM di Indonesia semakin maju
dan mampu bersaing dengan usaha kecil menengah dari negara anggota MEA yang
lainnya. Sehingga kita benar-benar mampu menjadi juara di tingkat internasional
dan meningkatkan kiprah ekspor UKM. Penyediaan fasilitas, program pelatihan dan
pendanaan bagi usaha berskala kecil dan menengah perlu terus ditingkatkan,
khususnya kiprah UKM dalam perdagangan internasional.
Bab 3
KESIMPULAN
AEC adalah bentuk integrasi ekonomi regional yang
direncanakan untuk dicapai pada tahun 2015. Dengan pencapaian tersebut maka
ASEAN akan menjadi pasar tunggal dan baris produksi dimana terjadi arus barang,
jasa, investasi dan tenaga terampil yang bebas serta aliran modal yang lebih
bebas. Jika dilihat dari sisi
potensi ekonomi, Indonesia merupakan salah satu emerging country yang saat ini
menjadi salah satu kekuatan ekonomi ASEAN. Prospek Indonesia sebagai negara
dengan perekonomian nomor 16 di dunia, nomor 4 di Asia setelah China, Jepang
dan India, serta terbesar di Asia Tenggara, semakin menjanjikan karena didukung
oleh melimpahnya sumber daya alam, pertumbuhan konsumsi swasta dan iklim
investasi yang makin kondusif. Selain itu, Indonesia telah memiliki system ekonomi yang
baik, system ekonomi kerakyatan, untuk menghadapi MEA yang lebih ke paham
liberal. Salah satu bentuk ekonomi kerakyatan adalah dengan dibentuknya
koperasi. Maka dari itu, diperlukan lagi penggalakan dan pengenalan system
ekonomi berbasis gotong royong agar tetap terjaganya kondisi ekonomi Indonesia.
Dengan berkembangnya UMKM akan membuat stabilitas ekonomi negara Indonesia
menjadi lebih baik.
SARAN
Program kebijakan penguatan daya saing telah
mendapatkan perhatian khusus dari pemerintah, antara lain penguatan UKM
nasional. Hal tersebut penting untuk memfasilitasi UKM nasional yang berdaya
saing tinggi, inovatif, dan kreatif, serta mampu melakukan perluasan pasar dari
Masyaraka Ekonomi ASEAN. Tantangan Indonesia
kedepan adalah mewujudkan perubahan yang berarti bagi kehidupan keseharian
masyarakatnya. Indonesia harus berbenah dalam segala hal baik dari sisi
regulasi dimana aturan hukum harus tegas, pemerintahan harus bersih, keadilan
ekonomi harus diciptakan termasuk juga pemerataan, perlunya stabilitas politik,
keamanan dan ketertiban sosial, inovasi teknologi, dan ketersediaan
infrastruktur yang memadai. Semoga seluruh masyarakat Indonesia bisa membantu
untuk mewujudkan kehidupan ekonomi dan sosial yang layak agar bisa segera
mewujudkan masyarakat ekonomi ASEAN tahun 2015.
Jumat, 15 Mei 2015
Hal yang harus dimiliki oleh pengusaha by teacherpreneur indonesia
| Philosophy: Bebas Finansial | superhero | 2006-09-05 |
Bebas
finansial -- dengan menjadi pebisnis atau investor -- sebagaimana
dikatakan Robert Kiyosaki, sudah pasti diimpikan banyak orang. Punya
uang banyak, bisa melakukan apa saja, bisa bekerja tanpa terikat waktu,
apa bukan surga dunia namanya?
Memang, tak mudah bagi seseorang yang masih di kuadran kiri -- karyawan (employee) dan pekerja mandiri (self employee) -- bergeser ke kuadran kanan, baik sebagai pebisnis maupun investor yang tinggal ongkang-ongkang kaki menerima pendapatan tiap bulan. Proses transformasi itu membutuhkan kiat khusus. Kalau tak hati-hati, bukan sukses yang didapat, tapi Anda bisa gagal terjungkal. Langkah pertama, siapkan mental. Yakni: kekuatan hati dan keberanian memulai sebagai usahawan. "Jiwa wirausaha ada pada semua orang. Kalau ada yang merasa tidak cocok, itu karena belum dicoba saja," ujar Purdie Chandra, bos Grup Primagama. Dengan kata lain, jika sudah mencoba dan ternyata gagal, harus mencobanya lagi sampai berhasil, karena usaha membangun bisnis harus terus-menerus dan pantang menyerah. "Colonel Sanders harus mencoba lebih dari 1.000 kali, sebelum ia berhasil membuat formula KFC yang sekarang top itu," Purdie memberi contoh. Kebanyakan orang memang ingin merasa aman, sehingga tidak ada keberanian beralih profesi, karena khawatir kalau malah kehilangan sumber pendapatan untuk menghidupi anak-istri. Apalagi, bila sebelumnya ia punya jabatan dan pendapatan memadai, keengganan untuk keluar pun menjadi-jadi. Toh, ada banyak cara menyiasatinya. Tung Desem Waringin, motivator bisnis, memberi sejumlah alternatif. Pertama, menerapkan jurus menginjak dua kapal: setengah bisnis, setengah tetap jadi profesional. Pola seperti ini sebenarnya banyak pula dilakukan pengusaha di Indonesia. Rini Soewandi, misalnya ketika ia masih menduduki jabatan Presdir Astra International, ia sudah merintis bisnis bakery. Demikian pula Tanri Abeng, meristis bisnis distribusi semasa menjabat Presdir Bakrie & Brothers. "Cara ini cukup aman," ujar Tung. Hanya saja disarankan, bila usahanya telah membesar, sebaiknya segera angkat kaki sebagai profesional dan total menggeluti bisnis. Kedua, karyawan tak langsung keluar, tapi cuti 6 bulan di luar tanggungan perusahaan. Dengan catatan, sebaiknya sudah menyiapkan bekal tabungan cukup 6 bulan masa cuti. Pada masa cuti ini, ia bisa berpikir jernih guna memutuskan: akankah dirinya tetap bekerja di perusahaan, atau cabut untuk terjun total di bisnis pribadi. Ketiga, bisa juga seseorang mengambil langkah berani: langsung berpamitan, keluar dari status karyawan. Langkah ini lebih riskan, tapi bila seseorang amat optimistis dengan bisnisnya, inilah yang terbaik, agar bisa menjalankan bisnis dengan fokus. Cara itu juga amat baik bagi pasangan muda yang keduanya aktif bekerja. Sehingga, ketika salah satu mengundurkan untuk memulai bisnis sendiri, masih bisa ditopang dari penghasilan pasangannya. "Saya cenderung ke alternatif ini," ujar Taufik Arifin, pemilik PT Visi Bersama Serantau. Arifin berani nekad keluar mendirikan VBS tahun 1996, karena saat itu istrinya juga bekerja. Ketika bisnis broker asuransi sudah jalan bagus -- kini mengelola premi sekitar Rp 45 miliar -- sejak tahun 2001, ia meminta istrinya berhenti kerja. Tung memberi saran kepada top manajer usia 30-an tahun yang ingin pindah kuadran. Bagi yang moderat disarankan mengalokasikan 30% modalnya di keranjang yang aman, sedangkan 70% sisanya dipilah untuk investasi jangka panjang dan jangka pendek. Sehingga, jika terjadi sesuatu, modal tidak amblas semua. Bagi CEO umur di atas 60 tahun, sebaiknya 40% bisnisnya untuk growth yang dipilah dalam investasi jangka panjang (20%), jangka pendek (20%), dan 60% untuk safety. "Para CEO itu bisa memanfaatkan jejaringnya untuk memulai dan memperkuat bisnis mereka," ia menjelaskan. Mestikah bermodal ratusan juta? "Tidak, yang penting kemauan kuat," ujar Purdie, yang kini membina sejumlah pengusaha muda sukses. Namun idealnya, timpal Tung, bila ingin memulai bisnis harus memiliki empat hal: RICE (Resources, Idea, Contact and Expertise). "Kami tidak harus memiliki semuanya, karena hal itu bisa didapat dari orang lain," sambung Purdie. Robert Kiyosaki, dalam bukunya The Cashflow Quadrant, memberi alternatif cara pindah kuadran agar uang bekerja untuk kita. Pertama, cara tradisional. Yakni, memulai membangun bisnis segalanya sendiri, dari menata sistem hingga memilih orang-orang yang terlibat di dalamnya. Di sini dibutuhkan pembimbing yang ahli di bidangnya, agar proses transformasi sukses dan cepat. Cara yang sama juga diterapkan banyak konglomerat Indonesia. Mereka menyuruh anak-anaknya magang di luar negeri, meski hanya sebagai karyawan biasa, dengan harapan bisa belajar dari perusahaan tempatnya bekerja. Kedua, membeli franchise dari bisnis waralaba yang sudah eksis di atas lima tahun. Cara ini lebih mudah, karena tak harus membangun sistem sendiri, dan telah terbantu oleh nama besar pemilik franchise. Risiko gagal lebih kecil, tapi kentungannya tak maksimal. Ketiga, ikut personal franchise, seperti multilevel marketing. Namun perlu hati-hati, tidak semua MLM bagus dan menguntungkan. Tentu saja, pilihan bidang yang akan digeluti juga perlu diperhatikan. "Sebaiknya menggeluti bisnis yang menjadi keahliannya," ungkap Hermawan Kartajaya, pemilik MarkPlus & Co. Menekuni bisnis konsultansi pemasaran, Hermawan merasa dirinya menggeluti bisnis yang memang sesuai keahliannya. Sebelumnya, ia guru dan beberapa kali sebagai profesional di perusahaan swasta. "Menjadi konsultan jelas butuh keahlian, bahkan nilai spiritual, serta keinginan untuk membantu orang," papar mantan Presiden Asia Pacific Marketing Federation tahun 1998-2000, yang memulai bisnis di Surabaya dengan tiga orang dan kini menjadi 140 orang, dengan klien besar seperti PT United Tractors, Semen Gresik, Angkasa Pura, dan Indofood Sukses Makmur. Pengalaman unik dialami Alexander Lunardi, mantan Direksi PT Astra International Tbk. ketika pertama kali memulai bisnis setelah pensiun tahun 1999, Alex tak langsung memilih bidang otomotif, tapi masuk di bisnis kelapa sawit. "Soalnya, saat itu mencari komoditas yang penghasilannya dolar," kata Alex, yang mendirikan PT Perjapin Prima, perusahaan perkebunan. Sayang, bisnis ini kandas. "Bisnis kelapa sawit benar-benar baru, banyak faktor yang sebelumnya saya tak duga dan saya tak tahu, sehingga proyek saya gagal," katanya. Maka kemudian, ia balik arah, memulai bisnis terkait dengan bidang otomotif yang menjadi keahliannya. Agustus 2001 ia resmi mendirikan CV Bintang Niaga Jaya, dealer motor Honda, dan sekarang distributor Honda wilayah Cilegon yang mampu menjual 250 motor/bulan. "Saya sadar, harus menekuni pekerjaan yang sesuai dengan keahlian," Alex berujar. Bila sudah memutuskan menjadi pengusaha, jangan puas berada di suatu titik. "Pengusaha yang baik adalah pengusaha yang mudah bosan," Purdie mengingatkan. Karena itu, sebaiknya setelah mendirikan bisnis, segera membentuk sistemnya agar bisa dijalankan orang lain, dan selanjutnya ia bisa beralih menangani bisnis-bisnis yang lain. Prinsip ini juga dibenarkan Tito Sulistio, pemilik dan Dirut PT Media Investor On Line. Tito beralih menjadi pengusaha sejak 1989 dengan mendirikan Penta Securitas, bermodal keyakinan dan uang US$ 5.500 (Rp 11 juta) pinjaman dari teman. Namun berkat prinsip seperti itu, tahun 1994 modalnya telah menjadi Rp 25 miliar, dan mampu mempekerjakan dari dua karyawan menjadi 100 karyawan lebih. Hal yang sama juga ditempuh Syarif Bastaman, pemilik kantor pengacara terkenal Bastaman & Partners. Keberadaannya di Agro Indomas, perusahaan perkebunan, kini hanya mengontrol, karena manajemen dan sistem di perusahaan patungan itu telah jalan. Lagi pula, di sana ada sekitar 20 ekspat yang siap memberikan laporan kinerja perusahaan. "Paling tidak dua minggu atau sebulan sekali, saya mendapat laporan tentang cash flow dari mereka," kata Syarif. Tentu, selain persyaratan tersebut, untuk pindah kuadran sebaiknya juga punya tahap kemampuan tertentu, yakni technical skill, managerial skill, dan kewirausahaan). Karyawan, di sisi lain, hanya punya dua level (technical skill dan managerial skill). Harus dicatat, salah satu kemampuan teknis yang dimiliki ialah kualitas komunikasi yang menyakinkan. Komunikasi menyangkut kemampuan komunikasi terhadap diri sendiri dan orang lain. "Sering seseorang tidak berani melangkah, lantaran komunikasi dengan dirinya salah," kata Tung. Komunikasi internal dimulai dari tiga pertanyaan penting. Contohnya, jika melihat bisnis restoran X ramai, seorang pebisnis harus memunculkan pertanyaan, pertama: Akankah saya fokus ke sana. Kedua: Pemandangan seperti itu apa artinya, peluang atau ancaman. Ketiga: Apa yang segera saya lakukan dengan melihat peluang itu. Masih kata Tung, pebisnis juga memiliki pola bertanya yang berbeda terhadap diri sendiri dibanding nonpebisnis. Karakter karyawan cenderung mencari aman, sedangkan karakter investor/pebisnis berusaha mencari bebas. Contohnya, jika pengusaha melihat toko buku Y ramai, muncul pertanyaan: Saya anggap peluang atau tidak? Akankah saya fokus ke sana? Risikonya apa jika peluang itu saya ambil sekarang? Sebaliknya, banyak yang gagal diakibatkan dalam melihat peluang justru muncul pola pertanyaan yang salah dengan nada skeptis. Contohnya: Mungkinkah saya bisa maju? Mungkinkah nanti toko saya barang-barangnya dicuri karyawan? Mungkinkah toko saya bangkrut? Akibat cara pandang seperti ini, orang yang bersangkutan tidak berani, berpandangan negatif, dan tidak termotivasi melangkah lebih maju. Kemudian, dari sisi etos kerja, menjadi pebisnis atau investor dituntut cepat mengambil peluang. "Kalau ingin jadi pebisnis ulung harus segera bertindak. Jangan terlalu banyak perhitungan. Pendapat sejenis juga dikemukakan Naomi Susan. "Kita harus berani berspekulasi jika ingin sukses," ujar mantan karyawan yang sukses pindah kuadran, dan kini memiliki Grup Ovis. Naomi, di lain sisi, punya tip agar uang bekerja untuk dirinya. Pertama, berbisnis dengan membuat produk yang susah ditiru orang, sehingga kita tidak dituntut mencari klien atau membentuk pasar, tapi klienlah yang memburu produk kita. Kedua, carilah bisnis yang tidak bertele-tele -- tapi praktis -- dan jejaring luas. Ketiga, jangan bersikap opud (over promising under delivery) atau janji muluk semata tanpa bukti. Bisnis Naomi di Card Connection kini berkembang pesat, jumlah kliennya 175 perusahaan besar. Meski mesti berani berspekulasi, masuk kuadran B atau I harus memperhatikan hambatan-hambatan internal maupun eksternal yang mungkin muncul. Naomi menceritakan, kendala yang dihadapi saat bertransformasi adalah pusing memikirkan gaji karyawan di akhir bulan. "Apalagi kalau perusahaan sampai rugi, maka saya kena imbasnya. Kalau untung sih suka-suka saja," ujarnya sembari tersenyum. Hal senada juga dikemukakan Syarif, "Hambatan internal, kadang-kadang ada rasa lelah juga." Rasa itu muncul lantaran terpacu tuntutan emosi bahwa seorang pengusaha berpenghasilan tidak tetap, tapi di sisi lain dituntut pengeluaran tetap, karena harus membayar gaji pegawai tetap yang jumlahnya terus meningkat. Untungnya, rasa lelah memikirkan bagaimana bayar gaji pegawai dan supaya cash flow lancar tidak berlangsung lama, karena Syarif bisa menyiasati. Caranya dengan diversifikasi bisnis melalui penyertaan saham (investasi sekitar US$ 50 juta) di PT Agro Indomas (perkebunan kelapa sawit dan pabrik CPO di Kalimantan) tahun 1995. Dalam bisnis itu, Syarif bermitra dengan pengusaha asal Sri Lanka. Rhenald menengarai, beberapa hambatan yang ditemui seseorang dari jalur karyawan menuju kuadran B (enterpreneur) terletak pada empat hal. Pertama, kurang berani. Tak dapat dipungkiri masyarakat kita rata-rata dilahirkan bermental dan berpola pikir sebagai karyawan, bukan sebagai enterpreneur. Kedua, kepercayaan. Selama ini masyarakat terjebak paradigma yang keliru bahwa untuk berbisnis modal utamanya uang besar. "Padahal, yang dibutuhkan lagi-lagi keberanian dan kepercayaan," tukas Rhenald berkali-kali. Ketiga, kurang panjang akal. Disebabkan, mental pekerja yang acap kali mati akal. Keempat, ada sindrom jika gaji lenyap, seseorang terhalang untuk sukses. Tidak kalah penting, etos kerja, sebagai pengusaha tak hanya harus bersikap sekadar survive. Supaya menjadi pebisnis ulung, dituntut bermain sebagai pemenang (play to win). Hal penting lain, umumnya hambatan terbesar pindah kuadran adalah takut kapan memulai. Hal ini pun sempat dialami Tito yang juga mantan bos TPI. "Tapi kemudian, saya pikir, saya tak ingin di bawah terus. Saya harus segera mulai. Apalagi, usia saya saat itu baru 34 tahun," katanya mengenang. Reportase: Dede Suryadi, Eva Martha Rahayu, Abraham Susanto dan Taufik Hidayat. Riset: Siti Sumaryati. | ||
Rabu, 13 Mei 2015
Kantor Teacher Preneur
Bagi anda yang ingin bersilaturahmi ketempat kami, berikut kami berikan alamatnya:
H.O.T ( House Of TeacherPreneur)
Jl.Raya Sekaran RT.01 / RW.02 GunungPati-Semarang
CP.085640049191 / TLP. 02476920863
salam teacherpreneur
H.O.T ( House Of TeacherPreneur)
Jl.Raya Sekaran RT.01 / RW.02 GunungPati-Semarang
CP.085640049191 / TLP. 02476920863
salam teacherpreneur
Layanan Yang Bisa Kami Berikan
TeacherPreneur sebenarnya sebuah provesi yang sudah lama berada di Indonesia, secara singkat TeacherPreneur adalah aktivitas yang dijalankan oleh para guru,pendidik,pengajar,dosen,pelatih yang memiliki jobside atau income dari aktivitas wirausaha.
Layanan di grup TeacherPreneur adalah:
1.Pelatihan bisnis dan wirausaha
dan selanjutnya akan selalu ditambahkan mengikuti perkembangan zaman
Layanan di grup TeacherPreneur adalah:
1.Pelatihan bisnis dan wirausaha
dan selanjutnya akan selalu ditambahkan mengikuti perkembangan zaman
teacherpreneur indonesia
Langganan:
Postingan (Atom)








